Surat Edaran Sekjen Kemendikbud No. 088209/A.C5/KP/2011 yang berisi dua hal penting menyangkut masa depan GTT dan Guru Honorer Yayasan yaitu GTT yang dibiayai oleh non-APBN dan non-APBD dan guru honorer yayasan tidak diperbolehkan mengikuti program sertifikasi, GTT dan guru honorer yayasan yang pada tahun-tahun sebelumnya sudah pernah mendapatkan TPP harus dihentikan dan wajib mengembalikan tunjangan kepada Negara sesuai dengan PP No. 74 tahun 2008 pasal 63 ayat (5). Hal ini sangat membuat saya sedih dan sekaligus geram terhadap pembuat kebijakan tersebut. Menurut kami:

  1. Surat Edaran SEKJEN KEMENDIKBUD Nomor 088209/A.C5/KP/2011 yang menyatakan bahwa GTT yang tidak dibiayai oleh APBN/ APBD tidak boleh mengikuti sertifikasi tidak berlaku bagi GTT yang sudah lolos sertifikasi tahun 2007 dan tahun kedepannya karena sesuai dengan Permendiknas Nomor 18 Tahun 2007, Permendiknas Nomor 11 Tahun 2008, Permendiknas Nomor 10 Tahun 2009 bahwa pelaksanaan sertifikasi guru pada tahun tersebut harus mengacu pada buku pedoman yang diterbitkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi dan Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, sedangkan dalam Buku Pedoman Sertifikasi yang diterbitkan oleh Direktorat Jendral PMPTK menyatakan bahwa Guru Non PNS yang mengajar di sekolah negeri berhak menjadi peserta sertifikasi setelah mendapatakan SK dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota.
  2. Surat Edaran SEKJEN KEMENDIKBUD Nomor 088209/A.C5/KP/2011 yang menyatakan bahwa GTT yang tidak dibiayai oleh APBN/ APBD tidak boleh mengikuti sertifikasi tidak sesuai dengan prinsip sertifikasi guru yang berbunyi: “Sertifikasi guru harus dilaksanakan secara objektif, impartial, tidak diskriminatif, transparan, dan akuntabel”.
  3. Surat Edaran SEKJEN KEMENDIKBUD Nomor 088209/A.C5/KP/2011 yang menyatakan bahwa GTT dan guru honorer yayasan tidak boleh mengikuti sertifikasi tidak sesuai dengan `UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen yang berbunyi: “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik………..” tanpa ada perbedaan status PNS, Yayasan, ataupun Honorer/ GTT karena apapun statusnya guru selalu melaksanakan tugas dan kewajiban yang sama.
  4. Surat Edaran SEKJEN KEMENDIKBUD Nomor 088209/A.C5/KP/2011 yang menyatakan bahwa GTT dan Guru Honorer Yayasan yang sudah pernah menerima TPP harus dibatalkan dan mengembalikan tunjangan kepada kas negara adalah cacat hukum karena sesuai dengan Buku Pedoman Penyaluran Tunjangan Profesi Pendidik bahwa guru yang telah menerima TPP dibatalkan dan harus mengembalikan tunjangan kepada Negara apabila sertifikat pendidiknya tidak sah/ palsu dan data-data yang dipergunakan untuk pengajuan dinyatakan tidak sah. Padahal GTT yang telah lolos sertifikasi tahun 2007 dan tahun kedepannya mempunyai dan mendapatkan sertifikat pendidik dengan cara benar dan prosedural.

Itu hanyalah sebagian peraturan pemerintah yang bertentangan dengan kebijakan yang dibuat oleh SEKJEN KEMENDIKBUD. Apapun kenyataanya kami akan terus mendukung pengapdianmu GTT. Teruslah berbakti dan berkarya……..

Nomor       : 088209/A.C5/KP/2011

Lampiran : –

Perihal      : Penundaan Pemberian Tunjangan Profesi

Kepada Yth.

Bupati/ Walikota

Se-Indonesia

Dengan hormat

Kami sampaikan sesuai pedoman pelaksanaan sertifikasi bagi guru dalam jabatan menurut persyaratan bahwa Guru Tidak Tetap (GTT) baik di sekolah negeri yang SK pengangkatannya bukan oleh pejabat yang berwenang dan gajinya bukan dari APBD atau APBN atau GTT di sekolah swasta yang SK pengangkatannya bukan oleh yayasan tidak bisa disertifikasi. Oleh karena itu apabila ditemukan guru yang tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan pedoman yang telah disampaikan, agar tidak dibayarkan tunjangan profesinya.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka kami mohon kepada Dinas Pendidikan kabupaten/kota untuk memverifikasi daftar calon penerima tunjangan profesi agar sesuai dengan persyaratan yang sudah ditetapkan dan menunda penyaluran tunjangan profesi bagi guru yang bermasalah tersebut. Bagi guru yang sudah menerima tunjangan profesi tapi tidak memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan, maka sesuai PP 74 tahun 2008 pasal 63 ayat (5) guru yang terbukti memperoleh sertifikat pendidik dengan cara melawan hukum diberhentikan sebagai guru dan wajib mengembalikan seluruh tunjangan profesi, tunjangan fungsional atau subsidi tunjangan fungsional dan penghargaan sebagai guru yang pernah diterima. Sedang bagi dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota akan diberi sanksi berupa surat teguran dari Kementrian Pendidikan Nasional.

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Sekretaris Jendral,

TTd

Ainun Na’im

Belajar Dari Turis

Posted: Desember 8, 2011 in English Learning

Belajar Bahasa Inggris yang paling praktis sebenarnya adalah dengan mendatangi dan tinggal di daerah / negara yang berbahasa Inggris. Teman saya yang sewaktu sekolah bahasa Inggrisnya nol putul sekarang dah cas cis cus dan sudah ngomong Inggris seperti selayaknya bahasa ibunya sejak pindah ke Amerika. Belajar dari native speaker dengan mendengar dan praktek langsung ternyata lebih efektif daripada memulainya dengan belajar grammar. Tetapi saya tidak mengatakan bahwa Anda tidak harus belajar grammar. Karena kan tidak semua orang punya kesempatan pindah ke luar negeri. Intinya adalah mau praktek, dan sebaiknya dimulai dengan lebih banyak mendengar. Ketika telinga kita sudah tidak asing dengan Bahasa Inggris, biasanya lidah juga mengikuti.

Salah satu tips yang paling mudah dan murah adalah belajar praktek dengan turis yang berbahasa Inggris. Turis sekarang kan tidak hanya mengunjungi Bali, banyak daerah lain yang juga menjadi jujugan turis. Nah ini kesempatan untuk praktek langsung.

Anda bisa mengawali dengan berkenalan, mungkin topik pertama tentang asalnya, berapa lama tinggal di Indonesia, tinggalnya di mana, dan tawarkan bantuan sesuai kemampuan Anda. Biasanya turis yang tidak sombong senang diajak ngobrol. Lakukan percakapan sebisanya, salah juga tidak apa-apa, tetapi yang penting selama berbicara dengarkan kalimatnya dengan penuh konsentrasi. Pengalaman mendengarkan ini akan membuat Anda terus mengingat kata-kata yang diucapkannya. Keuntungan lainnya ketika Anda menjadi pendengar yang baik, teman turis Anda itu juga akan menganggap Anda sebagai teman ngobrol yang asyik. Jangan ragu untuk bertanya jika tidak mengerti sambil mengatakan bahwa bahasa Inggris anda tidak terlalu jago, dia pasti maklum dan dengan senang hati mengajari Anda. Anda ingat Tarzan ? Lihat Jane begitu senang berkomunikasi dengannya walaupun terbata-bata. Yang penting di sini adalah ketulusan.

Hal penting lainnya adalah jangan menganggap bahwa turis berbahasa Inggris adalah seorang dewa nan modern dan Anda jauh tertinggal dengannya. Ini akan menimbulkan gap yang tidak asyik. Semua orang pada dasarnya sama, cuma bahasanya saja yang beda dan kebetulan Bahasa Inggris dah terlanjur jadi bahasa Internasional. Jadi, coba sajalah dengan percaya diri.

SPONTAN DALAM 1 MENIT

Posted: Desember 8, 2011 in English Learning

Coba lakukan latihan berikut ini, latihan ini sebaiknya dilakukan berdua secara bergantian. Caranya begini :

Duduk / berdiri berhadapan.
Siapkan stop watch , dan atur stop watch untuk berhenti menghitung setelah satu menit.
Siapkan counter / penghitung.
Sekarang berhadapan, satu orang pegang stop watch, satu orang lagi memegang counter.
Nah yang pegang stop watch bertugas untuk mengucapkan sebanyak-banyaknya kata dalam bahasa Inggris secara spontan dan tanpa berpikir.
Yang pegang counter, adalah pendengar dan sekaligus penghitung jumlah kata-kata yang diucapkan oleh temannya.
Ketika stop watch berbunyi, lihat dan catat jumlah angka yang tertera di counter.
Tukarkan alat dan lakukan yang sebaliknya.

Latihan ini akan melatih spontanitas dalam berbicara dalam bahasa Inggris dan meminimalkan proses berpikir pada waktu berbicara. Sekaligus akan melatih pendengaran dalam berbahasa Inggris. Batas waktu tidak harus satu menit, bisa Anda tentukan sendiri, dan kosa kata bisa dalam bentuk word (kata) ataupun sentence (kalimat).
Selamat berlatih dan bersenang-senang.